Di hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan menonton bareng bioskop bisik untuk teman teman penyandang disabilitas (tunanetra), yang di selenggarakan di audio visual gedung sentra tenun Jembrana. Bioskop bisik merupakan sebuah inisiatif inklusif yang dirancang agar penyandang disabilitas (tunanetra) dapat menikmati film layaknya penonton lainnya, dengan didampingi satu orang satu relawan yang di sebut "pembisik" untuk mendeskripsikan visual secara verbal dan tepat. Hal ini menjadi sangat menarik karena pendamping penyandang disabilitas harus memiliki ketelitian dalam mendeskripsikan isi film yang tidak berisi dialog seperti keterangan tempat, suasana, ekspresi wajah, dan aksi/adegan. Kegiatan ini berjalan lancar dan sangat ekspresif, beberapa dari penyandang disabilitas ada yang tidak mengajak pendampingan, sehingga kami dari panitia penyelenggara kegiatan membantu untuk mendampingi beberapa teman penyandang disabilitas agar dapat menikmati film seperti yang lainnya. Kegiatan ini merupakan kepedulian kami yang bertujuan memberikan ruang kepada teman teman penyandang disabilitas khususnya di Jembrana. Selain untuk mendapatkan hiburan, hal ini merupakan upaya untuk menunjukkan bahwasanya akses terhadap seni dan budaya adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.
"Kegiatan Diskusi Menyongsong Festival Film Folklore Jembrana 2026, Kegiatan Film dan Nobar Bioskop Bisik tersebut merupakan kerja bersama antara Kementerian Kebudayaan dan Dinas Pariwisata dan Kebuday..."