Pecahh, Atmosfer bunyi terjadi saat sesi Mebarung (Atraksi Jegog) dimulai. Ratusan grup Jegog saling beradu gengsi hingga memukul bambu dengan kecepatan tinggi dan penuh tenaga. Penonton tak henti-hentinya bersorak, menciptakan vibe yang sangat kompetitif tapi tetap penuh persaudaraan. Energi para seniman muda Jembrana di atas panggung benar-benar all-out, bikin siapapun yang menonton merinding!
festival ini berhasil mereposisi Jegog dari sekadar seni pertunjukan menjadi Identitas Global. Keberhasilan festival tahun ini mencakup beberapa pencapaian monumental:
Legacy untuk Sang Maestro: Penganugerahan Lifetime Achievement Award kepada tokoh legendaris seperti Kiang Geliduh, Suprig, dan Ketut Swentra (Pekak Jegog), menegaskan rasa hormat pemerintah terhadap akar sejarah.
Ruang Ekspresi Inklusif: Integrasi antara Bamboo Workshop, Pop-up Market, hingga pameran instalasi seni, membuktikan bahwa festival ini sukses membangun ekosistem ekonomi kreatif bagi UMKM lokal Jembrana.
Regenerasi Nyata: Kehadiran ribuan seniman muda di atas panggung menunjukkan bahwa tongkat estafet pelestarian budaya telah berpindah dengan sempurna di tangan generasi Z dan Alpha.
Jegog Spirit Festival 2025 telah usai, namun pesan yang ditinggalkan sangat kuat: Jembrana siap menyongsong masa depan tanpa kehilangan jati diri. Melalui keberhasilan festival ini, Bupati Jembrana kembali menegaskan komitmennya untuk membawa The Sound of Jembrana menuju pengakuan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.